Jumat

UTS 2012/2013

Nama         : Sastri Dalila
Nim            : 101301002
M.Kuliah   : Pedagogi

1.      RENCANA PROSES PEMBELAJARAN
a)     Kelompok kami mengambil tema     :  Go Green. Kami mengambil tema ini karena masih banyak sekali anak-anak bahkan orang dewasa yang kurang peduli terhadap lingkungan, padahal dengan lingkungan bersih maka akan terjamin pula kesehatan, menurut kami, ini terjadi karena kurang arahan atau didikan dari kecil tentang kepedulian terhadap lingkungan, dan sampai dewasa sikap itu tertanam dan sulit untuk mengubahnya.  sehingga kami ingin menanamkan pada diri anak yang  kami ajarkan untuk peduli terhadap lingkungan, salah satunya dengan cara menggunakan barang bekas seperti plastic untuk keindahan. (3R Recycle, Reuse dan Reduce)  Plastik berbahaya karena merupakan bahan yang sangat sulit terurai dan merupakan sumber metana penyebab pemanasan global. Belum lagi masa pengurainya cukup lama membutuhkan waktu hingga ratusan tahun lamanya.

b)    Kami mengajarkan kepada 5 orang anak disiantar  berusia 8-10 tahun, karena usia 8-10 tahun dianjurkan untuk mendalami responsibility. Responsibility dilambangkan dengan warna hijau.Warna ini diidentikkan dengan kewajiban untuk melestarikan alam yang dikenal dengan istilah go green (Josephson Institute of Ethics).


c)     tempat pembelajaran berlangsung : Taman Bermain Jln Sisimangaraja Pematangsiantar. Kami belajar ditaman karena sesuai dengan tema, dimana Dengan belajar di luar ruangan dapat memberikan berbagai manfaat bagi anak, antara lain : meningkatkan belajar  anak melalui suatu kegiatan atau gerakan, mengembangkan kreativitas anak dalam  pemecahan masalah, memberikan kesempatan bagi  anak untuk mengalami tantangan baru, memberikan kesempatan yang besar untuk berimajinasi, memberikan pengalaman baru bagi anak untuk kontak langsung dengan alam, dan menawarkan pengalaman yang unik dan kontekstual.

d)    pembelajaran berlangsung sekitar 2 jam.


e)     Alat yang digunakan dalam belajar : 7 buah kantong plastik warna, 1 Ranting kayu yang patah, Gunting, Lem bakar, dan Lilin.

f)      Tujuan Pembelajaran : Untuk memahami bahwa keindahan itu penting, Memahami bahwa barang-barang bekas (sampah) dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna tanpa harus dibuang sembarangan, dan Meningkatkan kreativitas melalui barang-barang bekas.
    Berkaitan dengan pedagogi abad-21
         Pedagogi termasuk dalam kategori :
a)     Pengetahuan pedagogis formal : pedagogi teoritis/ilmiah merupakan upaya mengembangkan prinsip-prinsip dan teori pedagogi efektif melalui penelitian yang sistematis. Dimana kami melandaskan teori-teori yang sudah ada dalam mengajarkan kepada anak-anak tersebut tentang go green maupun  usianya, dan untuk meninjau ulang apakah teori yang digunakan masih dapat dipakai/ perlu pembaharuan. Sehingga sekaligus dapat menyempurnakan teori yang sudah ada.

b)    Pengetahuan pedagogis vernacular : merupakan kata lain dari pedagogi praktis. Dimana ketika teori yang dipakai (seperti teori go green) telah diuji maka teori tersebut dapat menjadi acuan untuk berikutnya/belajar, telah dapat langsung digunakan.

Studi Sistematik
       Merupakan penerapan pedagogi. Maka teori go green secara sistematis dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

2.     HASIL OBSERVASI DARI PROSES PEMBELAJARAN
Hasil observasi saya dari proses pembelajaran yang kami lakukan : sesuai dengan teori yang telah dikemukakan bahwa anak-anak pada usia 8-10 tahun telah dapat ditanamkan go green pada diri mereka, kami melihat bahwa mereka begitu senang ketika kami memberi penjelasan keuntungan dari belajar membuat bunga dari plastic tersebut, ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan, dan mendengarkan dengan baik tanpa mengobrol dengan temannya.

Mereka dapat membuat bunga dari plastic tersebut walaupun baru pertama kali membuatnya, dari observasi saya penanaman go green pada diri mereka cukup berhasil karena mereka sendiri yang mengusulkan untuk membuat game berupa siapa saja  yang mengutip sampah yang banyak maka akan mendapatkan bunga yang kami buat.

Dan dari tempat belajar  sendiri (taman) memang sangat menunjang kreatifitas dan imaginasi mereka, terlihat ketika mereka menjawab pertanyaan yang diberikan, merasa nyaman dan lebih leluasa dalam berekspresi.

Tinjauan dari : Pedagogi, Tik, Fenomena Kontemporer
1.               Pertanyaan Esensial
Seorang guru yang efektif harus menghabiskan banyak waktu untuk pertanyaan-pertanyaan strategis yang berkaitan dengan masalah-masalah pedagogi. Sebelum kami mengajar kami berdiskusi, yang diawali dengan pertanyaan Bagaimana agar pembelajaran berjalan dengan baik, menjangkau anak-anak secara individual, bagaimana memilih tempat  dan memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak.
2.     Pedagogi Efektif
Disini kami juga telah menanamkan go green pada diri kami, baru mengajarkan kepada orang lain. Kami juga menjelaskan keuntungan dari go green tersebut, dan belajar dilingkungan yang sesuai dengan tema kami.
3.     Pemikiran Reflektif
Kami menjelaskan go green pada mereka dan mengaitkannya dengan apa yang sudah mereka ketahui, dan menjelaskan go green ini penting bagi mereka dan setelah mereka mengerti baru kami terjun kelapangan untuk praktek langsung seperti mengutip sampah.
Pembelajaran Baru : mereka kami beri pemahaman tentang apa yang mereka pelajari, mengapa mereka belajar go green  itu, dan bagaimana mereka dapat menggunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran Bersama : mereka terlibat langsung berkomunikasi dengan teman dan kami sebagai pengajar.
 Koneksi Pengalaman : mereka mampu mengintegrasikan pembelajaran baru dengan pengalaman apa yang sudah mereka pahami. Kami berusaha go green dengan kegiatan meeka sehari-hari.
Kesempatan Belajar : mereka ikut serta dalam mengambil sampah dan mencari plastic untuk dibuat bunga.

4.     TIK dan Pedagogi
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat mempasilitasi pembelajaran. Disini kami juga mengenalkan internet, dan memberikan contoh kegunaan barang bekas seperti diluar negeri membuat handphone dari botol bekas.

PANDANGAN TENTANG PEMBELAJARAN PADA PERKULIAHAN PEDAGOGI DI F.PSIKOLOGI USU SEMESTER GENAP TA.
Menurut saya proses pembelajaran pedagogi semester ini  telah mengikuti prinsip-prinsip proses pedagogi Menurut andine (2001), yaitu :
Prinsip : Kesatuan karakter ilmiah dan ideologis dari proses pedagogis, bahwa setiap proses pedagogis harus terstruktur berdasarkan temuan yang paling maju dibidang sains kontemporer. Domain kognitif dan afektif tidak bisa berada dalam suasana yang kering. Harus terstruktur berdasarkan hubungan antara kondisi manusia.
Sejalan dengan prinsip ini, dimana dalam mata kuliah ini dosen telah merancang dan mempersiapkan matang-matang system pembelajaran yang digunakan dalam perkuliahan ini, dan telah terstruktur dengan baik apa-apa saja yang akan dipelajari, dipraktekan, tugas apa saja yang harus dilaksanakan, apa kegunaan dalam mempelajarinya, peraturan-peraturan yang harus ditaati, buku panduan apa yang akan digunakan, dan sampai pada bobot nilai yang akan diperoleh mahasiswa diperkuliahan ini. Dengan hal tersebut sehingga mempermudah kami dalam belajar.
Prinsip : Merujuk pada kesatuan pengajaran, pendidikan dan perkembangan proses.
Sebelum masuk perkulihan kami dapat membaca buku teks sesuai dengan kontrak yang telah diberikan, tidak cukup dengan memahami materi  saja kami juga terjun kelapangan dengan praktek langsung yang dapat membentuk kepribadian kami dengan adanya interaksi langsung dimasyarakat. Disini terlihat bahwa adanya proses pengajaran dan pendidikan sehingga dapat menjadi individu yang berkembang.  
Prinsip : Masing-masing subsistem aktivitas, komunikasi dan kepribadian saling terkait satu sama lain. Aspek kepribadian dibentuk dan dikembangkan melalui aspek komunikasi.
Belajar diruang kelas juga dosen kami berusaha membuat kelas aktif, dimana dosen berusaha menjangkau setiap individu-individu dengan memanggil dan mempertanyaan kepada setiap individu tentang materi yang dipelajari, beliau menghafal nama-nama mahasiswanya, sehingga membuat kami terasa dekat dan nyaman dalam belajar. dan Membuat kami dalam kelompok-kelompok yang saling berdiskusi satu sama lain.
Belajar mandiri : dengan menggunakan buku teks dan juga media/TIK , dan dipandu oleh dosen.
Dosen pengampu kami ini sangat mengikuti perkembangan pendidikan, dimana  Kami  juga menggunakan media/TIK dalam  proses belajar, dimana apa yang sudah diperoleh didalam kelas dari buku teks maupun dosen, maka akan dituangkan berupa postingan didalam blog masing-masing baik berupa Mind Map, ringkasan, maupun testimony.
Selain itu kami juga ada kuliah online, kami tidak perlu belajar diruang kelas dengan tatap muka, kami berdiskusi dengan kelompok tentang materi yang dipelajari menggunakan media internet. untuk mempermudah mahasiswa, kami juga memiliki grub facebook pedagogi dimana dipergunakan untuk sharing dengan dosen dan teman-teman semua, ketika ada informasi diluar pertemuan maka facebook sangat membantu perkuliahan ini.  
Model pedagogis unik memiliki karakteristik : fleksibel, tersruktur, berpusat pada siswa, kegiatan tatap muka, pendidika virtual dan bimbingan konseling. Model pembelajaran dirancang berdasarkan 3 komponen utama :
a)    Tatap muka pertemuan (bimbingan belajar, pertemuan kelas, dan bimbingan konseling).
b)    Belajar mandiri (penggunaan buku teks, panduan, dan materi dalam media magnetic).
c)     Layanan informasi serta jasa ilmiah dan teknis informasi.
Dari teori diatas, sesuai dengan model pembelajaran mata kuliah pedagogi.  Jadi Menurut pandangan saya secara keseluruhan mata kuliah ini benar-benar mendidik dan mempersiapkan kami untuk menjalani kehidupan dan telah menerapkan system pedagogi. banyak pembelajaran yang saya dapatkan dari kuliah ini, pengalaman pertama saya mengajar anak-anak juga karena mata kuliah ini, tidak hanya itu masih banyak lagi yang saya dapatkan dari mata kuliah ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar